Senin, 22 November 2010

Surga Dunia itu Bernama Indonesia !!

Share

Rata Penuh

Bayangkan saja gugusan kepulauan terbesar di dunia yang menyimpan ratusan suku dan budaya yang paling beragam sedunia, surga para penyelam sejagat yang juga menyimpan banyak gunung berapi aktif. Saking indah dan luasnya bisa dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menikmati surga yang satu ini

Bagi para pengelana, penggila jalan, inilah surga karena :

1. Surga budaya paling beragam sedunia
Pernah melihat budaya Asia dirangkum dalam satu negara, inilah tempatnya. Dengan ratusan suku budaya tersebar banyak sekali keragaman menarik disini
Saat pembukaan Olympiade Beijing,tampak sekitar 55 orang anak mewakili etnis yang ada di China, negeri dengan penduduk terbesar di dunia. China yang memiliki jumlah penduduk terbesar sejagat hanya memiliki tidak lebih dari 60 etnis, disini ada lebih dari 300 etnis dan ras berbeda. Ah, dimana lagi ada ratusan etnis dan budaya berbeda serta agama berbeda hidup berdampingan.


Mungkin ini yang menjadi salah satu alasan Ann Dunham yang antropologist, ibunda Presiden Obama tertarik dengan keragaman negeri ini. Tentang keragaman, rasanya bingung juga melihat bapak pendiri bangsa bisa menyatukan negeri yang sangat beraneka ini. Jadi ingat pula cerita perjalanan Agustinus Wibowo tentang perbedaan yang mencolok dan menyakitkan dari Pakistan dan India yang ia saksikan saat ia berkelana melintasi India dan Pakistan

Mungkin Guiness Book of World Recorld perlu mencatat rekor ini keragaman terbesar di dunia dalam hal suku asli. Saya sendiri pernah mengalami gegar budaya saat berpindah tempat tinggal di kota dan pulau yang berbeda, tidak percaya? Coba saja pindah dan nikmati indahnya budaya setempat. Rasanya bila ada parade budaya antar bangsa dengan menampilkan keragaman dalam satu bangsa, kita sudah tahu siapa yang jadi pemenangnya

Tentang etnis Asia yang hidup bersama yang digencarkan satu negeri jiran yang mengaku “Truly Asia” bahkan dapat ditemukan di Medan. Ada kampung keling yang menyimpan kuil Hindu serta tradisi India yang masih hidup, warga Tionghoa yang masih dapat berbicara bahasa leluhur, orang Jawa yang masih berbicara Jawa serta terdapat istana Melayu di tengah kota. Sayang tidak banyak orang sadar dan wisata disana tidak diatur rapi.

Bagi pengelana pecinta budaya, inilah surganya, maklum saja para penggila jalan biasanya senang dengan budaya dan eksotisme satu budaya. Bagi iklan pariwisata, slogan ”The World’s Richest Cultural Diversity" dapat menjadi slogan yang benar-benar “Truly Asia”

2. Surga ribuan pulau

Dengan lebih dari 17.000 pulau seperti dicatat oleh Wikipedia, rasanya mudah sekali memilih pulau cantik untuk wisata tidak hanya Pulau Dewata yang memang terkenal sejagat.

Tidak heran banyak pendatang yang tergila-gila dan memilih tinggal di surga tropis ini. Trinity dalam blog-nya menceritakan keterkejutannya akan Pulau Cubadak yang dikelola orang Italia sehingga ada orang Italia yang pertama kali datang ke surga tropis ini malah datang ke Cubadak.

Pulau Weh
:
Tidak jauh dari Jakarta ada ratusan pulau yang dapat dieksplorasi, namun rasanya bayangan akan keindahan kepulauan di bagian timur menanti jelajah yang menantang, apalagi Raja Ampat. Walau sempat bingung melihat kepulauan yang cantik dari ujung ke ujung, Pulau Weh saja teramat layak untuk dikunjungi.

Rasanya slogan “The World’s Biggest Archipelago” dapat menjadi tujuan dalam iklan promosi surga kepulauan terbesar di dunia

3. Surga para penyelam
Dengan ribuan pulau dan banyaknya surga tropis pastilah jauh lebih mudah mencari terumbu karang terbaik di dunia dibanding negara lain manapun di dunia

Raja Ampat
:
Bunaken:
Ada cerita nyata seorang Eropa yang berkunjung ke Raja Ampat, dia ternyata tidak menyesal menyelam disana meski terkena malaria. Ternyata malaria tidak bisa mengalahkan indahnya surga penyelam ini

Ah terlalu banyak tujuan menyelam, tidak heran, surga kepulauan terbesar di dunia, dari Bunaken, Weh, Bali, Derawan, Raja Ampat, ah terlalu banyak. Gili Trawangan malah pernah disebut sebagai tempat belajar menyelam terbaik di Indonesia.

4. Surga pecinta gunung berapi
Pernah saya bertemu pasangan Perancis yang akan menghabiskan waktu empat bulan berkeliling negeri hanya untuk menyelam dan menjelajahi gunung berapi. Perasaan saya, sirik luar binasa ....... mereka bahkan melakukan visa run ke luar negeri karena visa wisata hanya 2 bulan.

Semeru

Merapi
Satu kesempatan, saya bertemu seorang asing yang bertekad menjelajah sebanyak mungkin gunung berapi di Jawa atau luar Jawa dan memberi saya link tentang daftar gunung berapi
Rasanya “The World’s Haven for Volcanoe Hikers” adalah slogan yang tepat.

5. Surga yang belum banyak dieksplorasi
Saking melimpahnya tujuan wisata, bahkan kitab suci para pengelana sejagad, planet kesepian alias Lonely Planet malah belum sempat mencatat seluruh keindahan yang ada di surga kepulauan ini. Ada air terjun Sekumpul yang indah, satu ngarai indah yang memuat paling tidak 4 air terjun yang berdekatan, latar belakang pegunungan yang cantik. Sawarna di Banten yang cantik baik untuk surfing, trekking atau caving, Museum House of Sampoerna yang cantik dan berkesan, Kiluan tempat lumba-lumba menari... ah banyak bener. Di luar Jakarta, masih ada Gunung Pancar yang layak menjadi tujuan trekking menarik termasuk air terjunnya, sepertinya peneliti kitab planet kesepian perlu mendapat info tentang off-beathen path di negeri ini.

Gunung Pancar6. Surga Kuliner
Sebenarnya masih ada lagi, surga makanan, rasanya sukar menolak keragaman makanan yang dahsyat, maknyus dan muantap di negeri ini. Sebagai masyarakat yang suka berkumpul, penduduk negeri ini senang berkumpul sembari makaaaaaaann. Mungkin negeri ini butuh lebih banyak lagi orang seperti Bondan Winarno yang menjelajahi kekayaan kuliner negeri ini. Rasanya wajar mengatakan makanan sangat beragam karena keragaman suku budaya di negeri, belum termasuk makanan impor.

Jadi World’ Paradise for Food lovers? Sepertinya tidak salah, meski kebersihan sangat wajib dan kudu diperbaiki....

Makassar

Sate Ayam Madura

Sayang tidak ada informasi yang lengkap seperti diluar negeri sana, ada information center di tiap stasiun kereta, bandara dan tempat wisata yang menyediakan brosur berlimpah, untungnya komunitas penggila jalan sekarang mulai menjadi hal umum, disanalah tempat berbagi yang menarik.

Cerita pengelana
Ludovic Hubler (ludovichubler.com), seorang pengelana hitchiker yang berkeliling dunia dengan hitchiking selama 5 tahun mengatakan bahwa ia menemukan lebih banyak senyum di satu tempat Jakarta daripada yang ada di Paris. Surga tropis ini memang penuh orang-orang yang suka berkumpul, “mangan ora mangan kumpul” tidak terbatas pada orang Jawa saja.

Seorang pengelana sepeda (Cuba-to.de) yang berkeliling dunia terkesan dengan negeri yang sangat luas, bertemu komunitas penggila sepeda di Jakarta dan Batam yang ia bilang gila, sangat menyenangkan.
Di situs Lonely Planet tepatnya Thorn Three Forum penuh dengan cerita menarik tentang surga tropis ini banyak diantaranya mengaku terjangkit virus jalan-jalan di surga pengelana ini dan mau berbagi pengalaman dari yang sangat menyenangkan hingga yang tidak menyenangkan
Dalam situs Travel Blog terdapat banyak kumpulan blog dan catatan perjalanan menarik dari orang asing di Indonesia, kebanyakan bercerita tentang kesan menarik yang mereka dapat di surga tropis ini, menarik sekali membaca tulisan mereka karena dari sudut pandang orang asing.

Memang..
Ya memang negeri indah ini punya banyak kekurangan, negeri ini tidak memiliki kota-kota cantik seperti kota di Eropa, tidak ada jaringan kereta yang menyeluruh dan tepat waktu, tidak ada tourist information center yang baik, harga pun dibedakan antara pengelana asing dan pengelana dalam negeri.
Masalah sampah sangat mengganggu, ditambah polusi udara dan kemacetan seperti di Jakarta, entah kapan orang Indonesia sadar dan tidak buang sampah sembarangan bahkan di gunung dan hutan banyak orang Indonesia buang sampah seenaknya.

Selain itu transportasi umum tergolong rumit, jadwal yang sering tidak tepat waktu dan yang paling menjengkelkan adalah para teroris yang senang menabur rasa takut.

Tapi...
Masalahnya apakah banyak orang asing tahu surga ini? Bagaimana orang asing tahu jika kita sendiri tidak tahu malah pengelola negeri ini seperti tidak tahu apa yang ajaib dan menarik para pengelana di negeri ini. Sehingga berbagai kenyataan dari “The World’s Richest Cultural Diversity” yang Truly Asia, “The World’s Biggest Archipelago”, “The World’s Biggest Paradise for Divers”, “The World’s Haven for Volcanoe Hikers” hingga World’ Paradise for Food lovers rasanya sanggup membuat penduduk negeri ini sadar dan bangga akan keindahan negerinya sendiri... surga yang sering dilupakan para pengelana...

http://www.mamasipenk.co.cc/

4 komentar:

anda mengatakan...

muantap...

Efran Karunia mengatakan...

Asik Banget.. Hidup Indonesia Ku




Tukeran Link:
http://frans-net.blogspot.com
http://efrankarunia.wordpress.com

cinta nusantara mengatakan...

aku bangga menjadi orang Indonesia

yohanes_korowai mengatakan...

memang benar,bayangkan jika tiap hari anda bisa menjejakkan kaki anda di satu pulau di indonesia,maka butuh sekitar 48 tahun tanpa henti untuk selesai mengunjungi seluruh pulau yang bertebaran di seantero republik indonesia ini..

Poskan Komentar