Sabtu, 19 Februari 2011

Stabilkah Tata Surya Kita ?

Share

Stabilkah Tata Surya? Dalam perhitungan-perhitungan yang sudah dilakukan oleh para astronom, terlihat kalau Tata Surya merupakan sistem yang stabil. Delapan planet disertai asteroid, planet katai dan objek lainnya di Tata Surya mengelilingi Matahari memang tampak memiliki kestabilan yang luar biasa dalam jangka waktu panjang. Dalam berbagai teori, Tata Surya bahkan lebih stabil dibandingkan sistem extrasolar planet. Tapi ternyata di antara kumpulan planet ini, ada kemungkinan terjadinya tabrakan bukan hanya oleh meteor, atau kemungkinan diakhirinya hidup Bumi saat Matahari tua nanti dan menjadi raksasa merah. Ternyata planet Jupiter, si planet gas raksasa di Tata Surya ini menyimpan kemungkinan yang mengerikan. Apa itu?

Ilustrasi tabrakan dua benda masif. Kredit Gambar : : NASA/JPL-Caltech/T. Pyle (SSC/Caltech)

Jupiter ternyata memiliki pengaruh gravitasi yang sangat kuat terhadap planet lainnya, terutama planet yang jauh lebih kecil. AKibatnya, masa depan planet-planet kecil di Tata Surya akan jadi suram jauh sebelum Matahari berubah jadi raksasa merah. Dan planet kecil itu tentunya termasuk Bumi. Dalam perjalanannya, gaya gravitasi Jupiter kelak akan menggangu Merkurius dan menyebabkan planet terdekat Matahari ini mengalami peningkatan eksentrisitas orbit yang besar. Bahkan Merkurius diperkirakan akan masuk dalam jalur Venus. Dan Bumi pun akan merasakan akibatnya.

Jupiter, planet kelima yang mengorbit Tata Surya pada jarak 5 SA atau 5 kali jarak Bumi ternyata walau dengan jarak yang sangat jauh pun menjadi masalah bagi planet lainnya. Gaya gravitasi Jupiter memang sangat besar, yakni 318 kali gravitasi di Bumi. Dan ini memang menjadi masalah bagi planet dalam di Tata Surya termasuk Merkurius. Merkurius sendiri dalam Tata Surya merupakan planet terdekat dengan jarak 0,47 SA (saat berada di titik terjauh dari Matahari) dan 0,31 SA (saat berada pada jarak terdekat dnegan Matahari). Massa Merkurius juga sangat kecil, hanya 0,055 kali Massa Bumi.

Simulasi yang dilakukan oleh Jacques Laskar dari Paris Observatory, juga Konstantin Batygin dan Gregory Laughlin dari University of California, Santa Cruz, menunjukan gravitasi Jupiter akan mengganggu orbit Merkurius, dan menyebabkan si planet kecil ini memperluas orbitnya sampai memasuki orbit Venus, atau bahkan Merkurius akan menabrak Matahari. Ada 4 kemungkinan jika Merkurius mengalami gangguan oleh jupiter yakni :

Merkurius akan menabrak Matahari
Merkurius akan terlontar keluar dari Tata Surya
Merkurius akan menabrak Venus
Merkurius akan menabrak Bumi

Ke-4 skenario kemungkinan itu sama sekali tidak menyenangkan bagi Merkurius yang harus mengakhiri hidupnya di Tata Surya lebih dahulu dibanding lainnya. Tapi kemungkinan Merkurius menabrak Bumi tentu sesuatu yang sangat menakutkan bagi kita. Bagaimana dengan kehidupan di Bumi? Kalau tabrakan besar asteroid dan komet bisa memusnahkan sleuruh dinosaurus, maka tak pelak kehidupan di Bumi bahkan Bumi sendiri akan hancur jika ditabrak Merkurius yang berdiameter 4880 km. Mungkin Bumi hanya menyisakan serpihan kecil jika tabrakan itu benar terjadi.

Nah itu tadi berita buruknya. Berita baiknya adalah, kemungkinan terjadinya ketidakstabilan di Tata Suryai itu hanyalah 1% sebelum Matahari berubah menjadi raksasa merah dan menelan Merkurius, Venus, Bumi dan Mars dalam 7 milyar tahun ke depan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

waw keren....

Poskan Komentar